Di sudut kampus yang dulu ramai, terselip sebuah lahan
parkir motor yang kini ditinggalkan. Dahulu, parkiran ini menjadi andalan bagi
mahasiswa, dosen, dan staf kampus. Setiap pagi, polusi mesin motor memenuhi
udara, dan kendaraan-kendaraan terparkir rapi, meskipun lahan tersebut
sederhana, hanya berupa aspal bercampur tanah. Namun, suasana ramai itu kini
telah menghilang, menyisakan jejak ban yang memudar dan dedaunan kering yang
tertiup angin.
Perubahan terjadi ketika kampus membangun fasilitas parkir
baru yang lebih modern dan nyaman. Tempat parkir baru ini dilengkapi dengan
atap, melindungi motor dari terik matahari dan hujan. Selain itu, sistem
keamanannya pun ditingkatkan dengan pemasangan CCTV dan keberadaan petugas
jaga. Kenyamanan yang ditawarkan oleh parkiran baru membuat seluruh civitas
akademika kampus beralih ke sana, meninggalkan parkiran lama yang dulu selalu
dipadati kendaraan.
Parkiran lama ini memiliki sejarah panjang. Letaknya yang
strategis, diapit oleh gedung Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan serta
Jurusan Administrasi Niaga, menjadikannya sangat diminati. Mahasiswa dari kedua
jurusan ini serta pengguna gedung-gedung sekitarnya sering kali memadati area
tersebut setiap pagi hingga sore. Meski fasilitasnya terbatas, tempat ini
menjadi lokasi parkir utama selama bertahun-tahun.
Namun, dengan perkembangan zaman, kebutuhan civitas kampus
berubah. Fasilitas yang sederhana dan kurang memadai mulai ditinggalkan. Kampus
menyadari pentingnya memberikan kenyamanan dan keamanan lebih kepada
penggunanya, sehingga memutuskan untuk membangun parkiran baru yang lebih luas
dan modern. Akibatnya, parkiran lama kehilangan perannya dan hanya menjadi sisa
dari masa lalu.
Kini, parkiran lama itu berdiri sebagai saksi bisu dari
perubahan yang terus terjadi di kampus. Meski tak lagi digunakan, tempat ini
tetap menyimpan kenangan bagi mereka yang pernah mengandalkannya. Ia adalah
bagian dari sejarah kampus yang terus berkembang, berubah seiring dengan
tuntutan zaman.








0 comments:
Post a Comment