Depok, 20
Januari 2024 - Masjid Dian Al-Mahri, atau biasa disebut Masjid Kubah
Emas, merupakan salah satu masjid megah di kota Depok. Masjid Kubah Emas telah
bersiap untuk menyambut bulan suci Rajab. Masjid yang terletak di Jalan
Meruyung Raya ini telah menyiapkan kegiatan untuk menyambut bulan yang penuh
berkah ini.
Pada tanggal 12 Januri ketika menjelang malam 1 Rajab, pengurus Masjid
Kubah Mas telah menetapkan bahwa masjid tidak ditutup pada saat malam 1 Rajab,
guna mendukung masyarakat sekitar yang ingin mengerjakan amalan malam 1 Rajab.
Banyak pengunjung yang datang menjelang malam 1 Rajab tidak hanya warga
sekitar Masjid Kubah Emas saja, banyak pendatang dari kota lain, baik
menggunakan mobil pribadi, maupun yang dateng secara berkelompok yang
menggunakan Bus. Suasana di Masjid ini terasa seperti tempat wisata, namun
Masjid ini memang bisa disebut sebagai tempat wisata religi.
Sejak sore, suasana di sekitar Masjid Kubah Mas mulai terasa istimewa.
Lampu-lampu hias berwarna-warni yang membingkai kubah masjid dan menara
memberikan sentuhan magis pada malam tersebut. Panorama cahaya gemerlap yang
menyinari langit malam menciptakan atmosfer spiritual yang khusyuk dan damai
Pukul 18.15 WIB, jamaah sudah mulai berkumpul di dalam masjid untuk
melakukan sholat maghrib berjamaah. Sajadah yang empuk telah tertata dengan
rapi. Setelah Imam memulai sholat, suasana menjadi hening, menambah kekhusyuan
ketika beribadah, didukung dengan suhu di dalam masjid yang sejuk membuat hati
menjadi ikut sejuk.
Setelah melaksanakan sholat maghrib, banyak dari jamaah yang mundur
beberapa shaf ke belakang untuk melaksanakan Sholat sunnah, atau sekedar berdzikir
kepada Allah SWT. Terlihat beberapa anak kecil bercanda dan berlarian didalam
masjid.
Ketua Pengurus Masjid Kubah Mas, Ustadz Haryono, menyampaikan,
"Malam 1 Rajab adalah momen yang istimewa bagi kita sebagai umat Islam.
Melalui berbagai kegiatan yang telah disiapkan, kami berharap jamaah yang
datang ke Masjid Kubah Emas dapat merasa nyaman ketika beribadah di sini, serta
dapat khusyu ketika beribadah di sini.”
Interior salah satu Masjid Termegah di Asia Tenggara itu
dilengkapi dengan lampu gantung yang sangat besar di bagian tengah masjid, dan
menyala berwarna kuning. Di atas lampu ada tampak dalam kubah yang berbentuk
seperti cekungan yang dicat menyerupai bentuk langit biru disertai cat
menyerupai awan. Di dalam Masjid ini juga ada banyak pilar pondasi yang sangat
besar berwarna putih, dan di ujung atasnya dicat berwarna emas sama seperti
aksen Masjid ini, serta bagian bawah pilar dibentuk seperti kubus dan dilengkapi
keramik yang memiliki corak pola yang indah.
Memasuki sekitar pukul 19.30 WIB, Ustadz Herman Maulana melantunkan Adzan
dengan sangat merdu, para jamaah terdengar menjawab adzan dengan suara sayu.
Setelah adzan selesai, para jamaah melaksanakan sholat sunnah secara individu.
Lalu Ustadz Herman melakukan Iqomah tanda bahwa Sholat akan segera dimulai. Lantas
para jamaah maju ke depan danmerapat kan kaki dengan kaki.
Setelah sholat isya selesai, banyak dari jamaah melakukan dzikir dan
sholat sunnah individu di shaf belakang. Terlihat juga beberapa jamaah yang
mulai membuka Al-Quran dan membaca nya dengan suara pelan.
Makin malam, suana makin khusyuk. Beberapa dari mereka melakukan dzikir
dengan tasbih secara serius dengan memejamkan mata. Yang lainnya masih membaca
Al-Quran, ada pula yang tertidur di dalam area masjid.
Suhu masjid sangat dingin karena menggunakan AC, mungkin suhunya sekitar
15°-20° Celcius. Cukup dingin untuk membuat jamaah menggigil. Beberapa dari
mereka akan keluar jika tidak kuat akan dinginnya suhu di dalam masjid
Jika anda berjalan keluar, anda akan mendapati jamaah yang sedang
beristirahat sambil melihat langit malam yang diselimuti bintang. Ada jamaah
yang sedang makan, sedang tidur, maupun sedang merokok di teras masjid.
Menjelang pukul 12.00 WIB para jamaah mulai mengambil ulang wudhu, dan
memasuki area sholat untuk melakukan Sholat Sunnah Rajab, dilanjut dengan para
jamaah berdoa dan berdzikir kepada Allah SWT. Tak jarang juga masih ada yang
mengaji di pojok kiri kanan masjid.
Memasuki pukul 03.00 WIB, kebanyakan jamaah memulai sholat tahajud, tak
sedikit juga yang masih di tidur shaf belakang masjid. Hawa semakin dingin
namun tak menghalangi para jamaah untuk beribadah dan melakukan ibadah sunnah
menyambut bulan Rajab yang suci ini.
Memasuki waktu shubuh, masjid mulai terisi dengan jamaah baru. Ketika
mengambil wudhu, hawa sejuk di pagi buta bercampur dengan dinginnya air,
membuat tubuh kembali segar. Ketika memasuki area sholat, kaki yang basah akan
bertemu dengan sajadah yang sejuk dan empuk. Beberapa jamaah sibuk dengan
urusannya masing masing, ada yang berdzikir, membaca Al-Quran, dan yang masih
tidur pun ada. Ketika Sholat shubuh selesai, banyak jamaah yang memanjatkan
doa, serta berdzikir.
Bulan Rajab termasuk ke dalam salah satu bulan haram. Bulan ini memiliki
sejumlah keutamaan, seperti dilipatgandakannya pahala dan doa-doa diijabah oleh
Allah SWT. Dilansir
dari laman resmi Nahdlatul Ulama, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Kitab
Tabyinu al-Ajb bi Ma Warada fi Syahr Rajb, mencatat salah satu isi khutbah
Rasulullah ketika hendak memasuki bulan Rajab. Dalam khutbahnya, Nabi
menjelaskan beberapa keagungan yang ada di dalam bulan Rajab.